BAHAGIA DUNIA DAN AKHIRAT

SEJAHTERA DI DUNIA BAHAGIA DI AKHIRAT
(Solusi menuju Hidup Lebih Baik, Sehat dan Sejahtera Dunia dan Akhirat)
Saya pernah teringat apa yang disabdakan Rasulullah SAW bahwa “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok” (HR. Ibnu “Asakir). Bahkan sebelumnya Allah SWT sudah juga menegaskan dalam al-qur’an bahwa “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Al-Qoshos : 77).
Ini artinya hidup yang kita jalani memang harus selalu seimbang, kalau boleh saya simpulkan : “carilah duniamu sebanyak mungkin untuk modal dan kesiapanmu menambah ibadah kepada Allah, demi bertemu ridlo-Nya di akhirat nanti”.
Hidup ini pun diciptakan berpasang-pasangan, siang dengan malam, putih dengan hitam, pria dan wanita, begitu juga ada Kaya dan ada Miskin. Soal kemiskinan, terkadang yang memang selalu membelenggu nasib manusia. Faktor penyebab kemiskinan tidak bisa selalu disalahkan kepada Tuhan yang menciptakan taqdir, karena kemiskinan merupakan nasib yang diatur oleh manusia itu sendiri, sebagaimana yang tercantum dalam firman-Nya : “Tidaklah seorang manusia itu kecuali dari apa yang dia usahakan sendiri”, dan dalam firman lainnya : “Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sampai mereka bisa merubah nasibnya sendiri” (Ar-Ra’du : 11)
Inipun berarti bahwa kemiskinan adalah sebuah nasib, yang seharusnya dapat berubah dengan ikhitar dan do’a, bukan pasrah terhadap keadaan. Tawakkal kepada Allah bukan berarti pasrah tanpa usaha, namun tawakkal adalah pasrah dengan tetap menjalankan ikhtiarnya. Jangan sampai kemiskinan ini menjadi sebuah nasib turun temurun yang bisa membawa orang kepada kapada kekafiran, karena tidak sedikit orang menjual akidahnya karena kemiskinannya. Muslim wajib jadi kaya, muslim wajib jadi kuat, karena hukum duniawinya manusia dengan uang kita bisa kuat, dengan uang kita bisa mengatur apa saja, tapi dengan kemiskinan apa yang mau diperkuat? Sabda Rasulullah : “Kefakiran itu lebih dekat kepada Kekafiran”. Apa maksudnya? Dalam sebuah wejangan berbunyi : “kenyang dulu baru berfalsafah”, bila kita ingin menimba sebuah ilmu agama, isilah perut terlebih dahulu, karena dengan perut kosong mungkin akan terjadi sebaliknya, ilmu dan agama yang dia dapat akan dilemparkannya. Secara social, kefakiran akan mudah melakukan apasaja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk melakukan hal-hal yang negatif termasuk kriminalitas, termasuk orang melakukan korupsi karena masih kurang dari apa yang dia dapatkan perbulannya, bahkan berpaling dari akidahpun akan dia jalankan demi memenuhi hidupnya sehari-hari.
Maka Rasulullah memberikan resep kepada umatnya agar selalu bersikap qona’ah. Qona’ah bukan sekedar merasa puas dengan apa yang dimiliki. Kepuasan yang dimaksud merupakan hasil akhir yang didahului oleh :
1.       Keinginan meraih sesuatu
2.       Usaha maksimal
3.       Keberhasilan dalam usaha
4.       Menyerahkan dengan sukacita apa yang telah diraihnya kepada yang butuh
5.       Puas terhadap apa yang diterima sebelumnya (Quraish Syihab : 1994)
Dengan demikian, saya rasa catatan hikmah diatas bisa membuat kita menimbang-nimbang, mana yang akan kita pilih, miskin apa kaya? Jelas, kaya lah yang akan kita pilih, namun dengan cara apa? Inilah solusi yang akan saya tawarkan : bahwa kita bisa hidup lebih baik, sehat dan sejahtera di dunia dan juga Insya Allah Bahagia di Akhirat.
SILAHKAN BACA TERLEBIH DAHULU, TESTIMONIAL DAN KESAKSIAN PARA PENGGUNA MELIA PROPOLIS DAN MELIA BIYANG HGH DISINI
Lantas bagaimana bisa menjadi kaya dengan Melia Nature Indonesia? Ini solusinya :
  1. Bergabung dan Mendaftar menjadi Member Melia Nature Indonesia melalui Sponsor anda
  2. Mendaftar Rp. 30.000,- dan Membeli Paket Produk (1 Paket) Rp. 550.000,- = Rp. 580.000,-
  3. Modal Hanya Sekali Seumur Hidup tapi merasakan Bonus dan Hadiah dari usaha dan kerja cerdas juga bisa dirasakan setiap hari sampai seumur hidup dan bisa diwariskan ke keluarga
  4. Tanpa Iming-iming Tutup Point, Peringkat, Sales Produk dan lain-lain
  5. Baca Juga : MARKETING PLAN 2
Lantas Bagaimana bisa mencapai Kebahagiaan Akhiratnya ?
Apa yang Kita dapatkan, sebagian atau 2,5% adalah milik orang lain, maka sisihkanlah sebagian tersebut untuk tabungan akhiratmu melalui Infaq, sedekah, dan zakat. Karena dengan bersedekah Insya Allah tidak akan membuat kita miskin, justru Allah pun berjanji akan menggantinya 10 kali lipat dari yang kita sedekahkan dengan ikhlas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: