TRAUMA MLM

TRAUMA DENGAN MLM? BUKAN AKHIR DARI HIDUP

Alaaaahhh… paling-paling MLM lagi…!!! Au aahhh…!!! Apa yang salah dengan MLM atau bisnis jaringan?
Apabila anda masih punya pandangan negatif terhadap MLM atau Bisnis Jaringan, saya kira anda harus lebih banyak lagi membuka mata dan telinga. Saat ini pandangan positif orang terhadap MLM ini sudah semakin meningkat. Orang makin menyadari dan menghayati nilai-nilai positif yang bisa diperoleh dari Bisnis Jaringan ini.
Buktinya? Makin banyak saja perusahaan MLM yang lahir. Coba anda hitung ada berapa perusahaan MLM yang anda ketahui. Sepuluh? Dua puluh? Lebih! Saat ini ada lebih dari 150 perusahaan yang bergerak dengan MLM. Diakui atau tidak, disukai atau tidak metoda MLM ini diadopsi pada bidang-bidang lain di luar bisnis dan marketing.

“Jadi, tak perlu-lah kita alergi atau phobia terhadap MLM atau Bisnis Jaringan ini. Bila memang tidak tertarik, jangan mengkerdilkan tapi berusahalah untuk menghargai orang yang inginkan perubahan akan nasibnya, bukan malah menusuknya dengan membunuh karakternya, karena terkadang orang yang belum kenal, maka dia belum sayang, orang yang belum dengar, maka dia belum paham, dan karena Dia sudah kenal, maka dia akan sayang, dia sudah dengar maka dia akan paham dan jelas. Niscaya tidak akan mengkerdilkan, tapi minimal menjadi pendegar setia, sungguh bijak bila kita berkata : “Maaf Belum tertarik” dari pada harus menghina dan mengkerdilkan mentalnya”.

Mendengar dan diam lebih baik dari pada berbicara tapi menyakitkan…!!! KENALILAH DULU… BARU BERTANYA…DAN BERBICARA…

Saat ini, perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan MLM banyak sekali dan makin banyak saja. Bentuk dasar network atau jaringannya pun beraneka ragam, ada yang berbentuk bintang (star) atau matahari, ada yang berbentuk jaringan dengan 2 (dua) kaki atau binary, dan bentuk-bentuk di antara keduanya, misalnya berkaki 3 (tiga), berbentuk 5 (lima) aliran sungai. Kesemua bentuk jaringan tersebut, prinsip dasarnya dari satu aspek adalah sama. Yakni biaya distribusi pada sistem pemasaran konvensional yang besarnya kira-kira 70 % dari harga eceran suatu produk diberikan kepada konsumen yang merangkap sebagai distributor pada sistem MLM.

Tapi, tunggu dulu. Itu hanya dilihat dari sisi perusahaan dengan memperhatikan aspek biaya distribusi suatu produk. Dilihat sisi masyarakat atau konsumen yang merangkap sebagai distributor, yang mempertimbangkan aspek kompensasi atau penghasilan akan berbeda. Semakin hari para distributor semakin pintar, dan orang pintar hanya akan mencari bisnis jaringan (yang bukan Money Game) yang menawarkan lebih banyak kemudahan dan tidak memberatkan, serta perhitungan bonus yang lebih bagus, lebih fair dan transparan. Tidak kalah penting adalah kans atau kemungkinan keberhasilan distributor di dalam bisnis jaringan yang akan dipilihnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: